Skip to content Skip to footer

Wawancara dengan Tim VM Jeans

Siang ini, darahkubiru berkesempatan untuk bercengkrama sedikit dengan tim VM Jeans dan berkesempatan untuk mengajukan beberapa pertanyaan berhubungan dengan denim dan hal-hal yang berhubungan dan relevan dengan denim dan jeans pada umumnya. Tentu saja kita juga mengupas habis cerita-cerita mengenai VM Jeans sendiri. Selamat membaca.

Hi VM Jeans, bisa ceritakan tentang siapa saja dibalik brand VM Jeans?

Halo, VM Team itu pendirinya 4 mahasiswa Prasetiya Mulya yaitu:
Ivan Revelry Peranginangin, Raditya Dwi Putra, Trihadi Pudiawan Erhan, dan Achmad Irfan Fadly. Sekarang kita nambah satu anggota baru, mahasiswi PH, namanya Angela Valerie Tawaris, dia creative officer kita.

Apa yg pertama kali membuat anda semua tertarik pada jeans dan apa alasan bikin jeans sendiri?

Awalnya sih hobby gunain raw jeans, terus yang banyak tuh brand-brand luar, seperti Nudie dkk, trus kita mikir, garment indo kan mantep2, kualitas ekspor, kenapa kita ga bikin sendiri aja. Sekalian membawa nama indonesia ke kancah dunia kan, jadi hobi yang bisa diduitin juga, ngejalaninnya jd aseeek.

Jeans pertama masing-masing?

Raditya (a.k.a bolor) : Levi’s, Lee Cooper
Trihadi : Wrangler
Ivan : Beli di senen gw. haha. tapi yg merknya gw inget ya, Levi’s sih..
Achmad Irfan ( Fanno) : Levi’s pastinya.
Angie : Lee

Jeans favorit anda dan mengapa?

(serentak menjawab) VM!!! mengapa? karena itu produk kami! Hehe, nasionalisme aja kita.

Seperti kita tahu, banyak sekali produk jeans yang ada sekarang ini, apa yg membuat jeans anda stand out dibandingkan jeans lain

Pertama, VM lebih menekankan konsep back to basic. Dimana karakter dari produk kita adalah simple dan serius. Layaknya basic jeans, tanpa banyak embel2 dan detail2 yg berlebih. Karena pada akhirnya kita merasa orang-orang tetep bakal balik kepada basic jeans. Oiya, material kita juga tidak kalah dari material luar. Kita tidak bakal ngilangin unsur produk lokal dan produk kita bener2 100% local, with international quality pastinya.

Bahan Jeans anda darimana?

Pokoknya dari garment, stitching, leather patch, dll, semua totally local, darimananya rahasia perusahaan. hehe, tapi untuk garment, apac inti, grandtex, tyfuntex.

Apa target pasar anda? dan gimana cara merealisasikannya?

Target market kita spesifiknya 18-23 tahun, pelajar sma, sampai first time jobber. Caranya sih standar, survei dulu, eksekusi, yang paling pasti branding, itu yang lagi kita kuatin sekarang.

Ada rencana bikin cutting buat kaum hawa?

Kita pastinya ada rencana bos, muasin hasrat-hasrat kita semua, haha, sedang direncanakan matang-matang dan nantinya biar bisa saling menunjang dengan VM cowo.

Apa saja tantangan paling berat dalam bikin jeans sendiri?

  • Ngadepin supplier bermasalah, kadang-kadang pada ga bisa menuhin target.
  • Product defect (paling nyesek).
  • Nentuin harga bwt konsumen. Based on research sih, soalnya market indonesia kan abstrak tuh, kadang kualitas bagus ga dihargain sepadan, cuma karena itu brand lokal. Tapi itu dia, kita masih nguatin branding dulu, jadi volume penjualan sih masih nomor kesekian. Yang penting brand kita diterima dulu deh, kita aja uda senang luar biasa.

Ada rencana bikin produk selain jeans? workshirt, jackets?

Ada rencana, tapi itu lebih sebagai supporting product aja, buka main product. Main product kita tetep jeans, supaya konsumen bener2 ketanam di kepalanya, kalo VM tuh brand celana jeans.

Darimanakah anda mendapatkan inspirasi untuk jeans anda?

Karena dari dulu kita hobi dengan celana jeans jadi berasal dari pengetahuan kita masing-masing, soalnya kan knowledgenya beda2 tuh, jd banyak masukan. Dikombinasiin sama hasil riset dan tren dunia, dengan indonesia khususnya. Soalnya kalo dari knowledge kita doang, takutnya jadi terlalu idealis padahal kan jeansnya untuk konsumen.
Selain itu inspirasi kita juga ada dari Uniqlo, Skull, Apc, Tira dan yang berjenis basic jeans lah, ga aneh2. Kalo tira kita coba mengambil unsur lokalnya dan kita kembangin. Soalnya menurut kita Tira, Cardinal, dll cukup kuat, cuma sayangnya orang uda nganggep itu brand lokal, jadi image-nya turun.

Apakah anda penganut “cuci sesering mungkin” atau “tunggu 6 bulan sebelum cuci”?

Raditya (bolor) : pake sesering mungkin dan cuci sejarang mungkin
Trihadi : tergantung jenisnya, kalo raw cuci sejarang mungkin, kalo ngga, ya, biasa aja.
Ivan : Cuci sebingung mungkin, coba2 gan, ada yang gw coba cuci cepet, ada yg lama, eksperimen liat bedanya aja
Fanno : Pakai selama mungkin bisanya, cuci ga pernah.
Angie : Cuci terus, gw kan cewe, gatel kali.

Bagaimana pendapat anda mengenai fenomena jeans jepang dan bahan selvage akhir-akhir ini

VM sih menganggap positif, karena market yang sekarang rata2 membeli celana krena brand, bukan quality. Dimana denim jepang rata2 kualitas nomor satu, brand akhirnya jadi ikut terangkat di mata konsumen. Apalagi selvage sudah menjadi tolok ukur bagi celana jeans sehingga brand lokal juga tidak mau ketinggalan gunain bahan selvage.

Tapi sejujurnya sperti yang lo bisa liat di blog kita, kita belom make selvage, karena di indo, bahan selvage yang bener2 bagus tuh belum ada. Seandainya ada, itu baru sample, dan ga bisa dipesen, mereka masi ngembangin. Uda ada bberapa produsen garmen yg bisa bikin bahan selvage sebagus selvage luar, tapi harganya tinggi, karena mreka masih dalam tahap riset. Kalo semakin banyak produsen jeans lokal, pabrik2 itu percaya ada market jeans bagus di indo dan mereka brani bikin, terus jual ke produsen lokal. Makanya, support trus produk jeans lokal kita, biar harga selvage turun bos!

Apa cerita dibalik koleksi terbaru anda “The Grand”

Dimulai dari nama the grand dulu, kita adalah pemain baru dibandingkan jeans lokal lainnya. The grand bisa bermakna impressive and great. Kita pengen ngebuat baik produk pertama kita dan image kita seperti kata tersebut dimata konsumen. Grand juga bisa diartikan sebagai grand launching yang biasanya dipakai sebagai media untuk menggebrak brand VM di market. Jadi kasarnya ini adalah produk yang kami jadikan batu loncatan dalam memasuki industri jeans. Tidak hanya lokal tapi tentunya juga internasional.

Kenapa support lowrider community? Ada rencana bikin jeans khusus cyclist?

Simplenya, mereka teman satu kampus, dan tetangga di kantor kita. Jadi bengkel mereka sebelahan sama markas VM jadisaling bantu aja gitu.

Uda ada ide gan untuk bikin jeans khusus cyclist, cuma belum tau mau direalisasiin kapan. Malah lowrider community yg namanya Hell’o Shorty ini mengajukan ide, gimana kalo salah satu lowrider mereka dilapisi dengan bahan denim, dengan detail milik VM. Istilahnya co-branding gitu tapi kita belum tau akan direalisasikan kapan, masih dalam proses brainstorming.

Alasan kenapa sizenya genap aja?

Berdasarkan riset yang kita lakuin, lebih banyak orang yg make size genap dan size genap lebih mudah diakali apabila size kebesaran. Personal reasonnya sih, kita semua suka angka genap lebih pasti aja gitu.

Cuff or stack?

STACK! (Serempak)

Denim terjelek yg pernah anda tau?

Fake2 jeans gitu lah. Kaya nudie2an,guess2an,ksubi2an, mending bikin brand sndiri aja langsung, daripada abal.

Apa yang kira-kira terjadi jika jeans anda tidak diciptakan?

Mungkin ada yg akan bekerja dengan gaji tinggi tentunya (prasmul gan), ada yang jadi artis main sinetron aja dimanajerin sm benny contoh. Jadi pembuat jeans abal. Kerja di LSM. Paling realistis sih sekarang di indo jadi caleg.

Siapa orang yang pengen banget anda liyat memakai jeans anda?

Zooey Deschanel untk VM cewe. Alex Turnernya Arctic Monkeys deh. Nick Valensi kalo ga Fab Moretti The Strokes jg bole deh.  Pevita jg boleh, sambil bawa2 karton.

Mending liyat Megan Fox telanjang atau pake denim anda?

Megan Fox beli clana dulu di gw, penjaganya gw, uda gitu telanjangnya bareng gw.

Pesan-pesan bagi para denim enthusiast

Kita akuin produk luar emang dahsyat, karena kita juga sering pake, tapi setelah kita sadarin produk indonesia bisa jauh lebih dahsyat, asal kita ga malu makenya, dan jauh lebih bangga pake produk lokal dibanding produk luar. Jadi support our local product dan belilah celana jeans dengan brand2 buatan indonesia seperti VM, dan brand lokal kawan2 kita lainnya.

Oh sebagai info VM Jeans akan ikut berpartisipasi di street market di bukit bintang KL malaysia pada tanggal 18 – 19 july, jadi kalau ada yang tinggal atau punya teman lagi tinggal di Malaysia, silakan datang, sekalian liyat-liyat dan nyoba2 jeansnya.

Leave a comment

Verifikasi usia kamu ya!

Tenang, nggak bakal disalah gunakan kok!