Skip to content Skip to footer

Featured

Layanan Denim – Jak Jeans House
Di tengah merebaknya influence denim impor di Indonesia, muncul layanan profesional untuk denim dan jeans di Jakarta. Jak Jeans House (JJH) resmi dibuka pada tanggal 11 Oktober 2009, tepat di saat denim mulai masuk dan hype-nya menyebar di Indonesia terutama di kalangan anak muda. Yang paling menarik perhatian kami pada JJH adalah banner besar yang dipasang di depan JJH, terdapat logo-logo denim luar negeri yang sedang marak dibicarakan. Kami pun berkesempatan untuk mampir dan sedikit berbincang-bincang langsung dengan pemilik Jak Jeans House yang ternyata usianya tergolong masih muda, David Octavian yang kini masih duduk dibangku kuliah semester 3 sebuah universitas swasta di Jakarta.
2009 Highlights
2009 sebentar lagi akan kita tinggalkan untuk menuju tahun 2010 yang mudah-mudahan semakin baik. Tentunya di tahun 2009 ini banyak kejadian dan berita-berita menarik seputar dunia denim dan jeans di nusantara maupun di seluruh dunia. Kita tahu bahwa tahun 2009 berperan penting dalam terbentuknya komunitas denim di Nusantara dan juga banyak berita-berita mencengangkan dari produsen denim di dunia dan tentunya tidak lupa banyaknya bermunculan jeans-jeans baru yang menarik untuk dibahas. Darahkubiru akan mencoba merangkum berita-berita dan highlight yang menarik seputar tahun 2009 dengan kacamata denim nerd dan geeks tentunya.
Wall Of Fades: Coming Soon
Teman-teman kami dari INDIGO - Indonesian Denim Group akan segera menyelenggarakan pameran denim dan jeans pertama di Indonesia yang bertajuk Wall Of Fades! Akhirnya event yang telah ditunggu-tunggu oleh denim enthusiast di segara penjuru nusantara benar-benar terealisasikan. Sayang sekali beberapa kru darahkubiru tidak dapat menyaksikannya secara langsung, tapi tenang, koresponden kami di nusantara sudah siap untuk meliputnya. Silahkan baca post ini sepenuhnya untuk info lebih lanjut.
Wawancara Dengan Mischief Denim Division
Tampaknya kami terlupa untuk mewawancarai salah satu produsen jeans lokal yang sedang naik daun juga. Mischief Denim Division mulai aktif terdengar sekitar 2 tahun lalu, tepat di saat dry denim mulai boom di seantero jagat, tidak luput di Indonesia. Terdengar dan terbaca dari brand-nya, Mischief, tampaknya sangat erat hubungannya dengan pergerakan kaum muda, youth culture, dan jika dilihat dari beberapa look-booknya sangat berhubungan dengan street culture dan tentunya art. Menarik untuk menyimak salah satu produsen jeans dengan inspirasi dan hubungan yang dekat dengan youth culture ini, mari kita baca beberapa tanya jawab yang sempat kita lakukan dengan sang empunya brand Mischief.
Buku Denim
Saya biasanya membaca buku sehabis pulang kantor ataupun disaat luang untuk membuang waktu ataupun refreshing dari internet dan rutinitas setiap hari. Beberapa minggu lalu saya mendapatkan beberapa kiriman buku-buku yang tampaknya cukup berhubungan dengan denim dan jeans dan tentunya berhubungan juga dengan isi website ini. Di rumah saya saat ini terdapat 3 buah buku yang erat hubungannya dengan denim (satu lagi berupa majalah) yaitu Lightning Magazine: The Denim Book - majalah yang biasanya isinya tentang american lifestyle dan ironisnya adalah majalah Jepang yang pernah dibom atom oleh AS, Denim: From Cowboys to Catwalk - buku yang penuh pengetahuan akan Levis dan sejarah jeans, dan Indigo - sesuai judulnya buku ini mengulas habis mengenai indigo dalam berbagai sisi. Buku-buku tersebut cukup menghabiskan waktu saya di saat luang dan saya berpikir boleh juga kalau saya ceritakan sedikit isi buku-buku ini disini.
Wawancara Dengan Pot Meets Pop
Mungkin pembaca sudah mulai bosan dengan konten kami yang isinya wawancara terus (4 kali berturu-turut), tapi tenang artikel berikutnya kita jamin ga ada hubungannya dengan wawancara. Wawancara kali ini bisa jadi merupakan sesi terakhir untuk saat ini tentang produsen2 jeans lokal. Target wawancara kita kali ini juga salah satu emerging brand di dunia denim dan jeans di Indonesia yaitu Pot Meets Pop.  Satu hal yang paling menarik dari Pot Meets Pop (PMP) adalah produk2 jeansnya yang tidak hanya mengayomi para pria tapi juga serius dalam membangun produk untuk kalangan kaum hawa. Sudah cukup bosan kita dengan foto-foto lookbook yang isinya pria, sudah saatnya kaum hawa diberikan produk yang berkualitas juga. Hal menarik lainnya adalah nama dan sepertinya inspirasi yang sangat kental dengan kultur marijuana. Mari kita simak wawancara dengan para personil PMP di bawah ini
Wawancara Dengan Petersaysdenim
Dalam wawancara sesi ketiga ini, kami menghadirkan salah satu brand yang sudah cukup lama beredar di dunia per-denim-an di Indonesia. Bukan hanya itu tetapi pemain di belakang brand ini pun sudah bisa dibilang merupakan dedengkot dalam memproduksi jeans di nusantara. Petersaysdenim sepertinya membawa nuansa musik dan menggabungkannya dengan jeans dalam memproduksi jeans mereka. Hasilnya, jeans-jeans yang cocok untuk para musikus dan juga berkualitas untuk denim enthusiast pada umumnya. Mari kita luangkan waktu untuk wawancara yang penuh jawaban optimistis dan penuh energi positif di bawah ini.
Wawancara dengan Massa Genuine Jeans
Darahkubiru sudah merencanakan sederetan wawancara dengan beberapa produsen jeans lokal yang eksis sampai saat ini. Dalam seri wawancara yg pertama, kami sudah berhasil mewawancarai tim VM Jeans sebagai salah satu pendatang baru pada dunia jeans lokal. Wawancara yang kedua ini ingin mengangkat salah satu produsen jeans lokal yang sudah cukup lama berkecimpung dalam dunia jeans dan mungkin agak lebih aneh dan unik dalam produksi jeansnya. Massa jeans ini memakai bahan dari jepang dan produksinya masih di Australia, oleh karena hal ini, Massa bisa dianggap sebagai "stranger" atau "alien" dalam dunia produsen jeans di Indonesia. Berikut ini marilah kita baca beberapa patah kata dari sang owner, yang diluar dugaan sedikit berkata dan tampak humble sekali dalam menjawab pertanyaan.

Is your age more than 18?

Login as Guest
or
Register / Login

Register untuk mengakses konten tanpa verifikasi selama login

Supported by PrivyID